KOMPAS/PUTHUT
DWI PUTRANTO NUGROHO Para guru honorer merampungkan garapan melukis dinding TK
Pertiwi Sulursari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu
(17/5/2020) pagi.
Pekerjaan
ini mereka lakoni untuk mendapatkan tambahan penghasilan di tengah situasi
pandemi Covid-19. Meski belum jelas kapan akan dibuka, syarat pendaftaran ASN
jalur PPPK Guru 2021 sudah bisa diakses melalui laman resmi sscasn.bkn.go.id.
![]() |
| https://sscasn.bkn.go.id |
Dikutip dari laman resmi sscasn.bkn.go.id pada Selasa
(1/6/2021), salah satu ketentuan yang diberlakukan dalam seleksi PPPK Guru 2021
adalah terkait batas usia pelamar PPPK Guru.
Disebutkan,
batas usia pelamar paling rendah adalah 20 tahun dan paling tinggi 59 tahun
pada saat pendaftaran.
Adapun
mengenai siapa saja yang dapat mendaftar pada seleksi PPPK Guru 2021 adalah
setiap individu dengan ketentuan sebagai berikut :
- Honorer THK-II sesuai database THK-II di BKN
- Guru Honorer yang masih aktif mengajar di Sekolah Negeri di bawah kewenangan Pemerintah Daerah dan terdaftar sebagai Guru di DAPODIK Kemendikbud
- Guru yang masih aktif mengajar di Sekolah Swasta dan terdaftar sebagai Guru di DAPODIK Kemendikbud
- Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang belum menjadi guru dan terdaftar di Database Lulusan Pendidikan Profesi Guru Kemendikbud
Ketentuan
siapa saja yang masuk dalam kriteria tersebut sudah diatur berdasarkan Surat
Edaran Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan No 1460/B.B1/GT.02.01/2021 tanggal 15 Maret 2021.
Portal
resmi sscasn.bkn.go.id juga memberikan penjelasan terkait sejumlah istilah
tersebut. Misalnya, yang dimaksud dengan THK II adalah individu yang terdaftar
dalam database eks tenaga honorer Badan Kepegawaian Negara.
Sedangkan
yang dimaksud dengan Guru Honorer yakni individu yang ditugaskan sebagai guru
bukan ASN di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah.
Lalu
Guru Swasta yaitu Individu yang ditugaskan sebagai guru di satuan pendidikan
yang diselenggarakan oleh masyarakat.
Adapun
PPG adalah individu yang belum melaksanakan tugas sebagai guru dan telah lulus
Pendidikan Profesi Guru yang diselenggarakan oleh Kementerian yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang pendidikan.
Kemudian
yang dimaksud dengan Dapodik adalah Data Pokok Pendidikan yang terintegrasi
untuk seluruh jenjang dan seluruh entitas data pokok pendidikan serta dikelola
oleh Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
pendidikan.
Tes
PPPK Guru 2021 sendiri digelar secara bertahap. Masing-masing tahap memiliki
ketentuan terkait peserta yang diperkenankan mengikuti tes.
Berikut
ketentuan mengenai siapa saja yang tergolong sebagai Peserta Seleksi Tes
Kesempatan Pertama untuk PPPK Guru 2021 :
- Honorer THK-II sesuai database THK-II di BKN dan terdaftar sebagai Guru di DAPODIK Kemendikbud
- Guru Honorer yang masih aktif mengajar di Sekolah Negeri di bawah kewenangan Pemerintah Daerah dan terdaftar sebagai Guru di DAPODIK Kemendikbud serta Sertifikat Pendidiknya linier atau Pendidikannya linier dengan formasi yang tersedia pada sekolah dimana yang bersangkutan mengajar
- Guru Honorer yang masih aktif mengajar di Sekolah Negeri di bawah kewenangan Pemerintah Daerah dan terdaftar sebagai Guru di DAPODIK Kemendikbud serta Sertifikat Pendidiknya linier atau Pendidikannya linier dengan formasi yang tersedia pada sekolah lain dalam 1 (satu) instansi.
Adapun
syarat peserta yang tergolong sebagai Peserta Seleksi Tes Kesempatan Pertama
PPPK Guru 2021 adalah :
- Tidak dapat melamar ke instansi lain
- Jika formasi tersedia dan Sertifikat Pendidik atau kualifikasi pendidikan pelamar sesuai, harus melamar di formasi tersebut
- Jika formasi tidak tersedia dan/atau Sertifikasi Pendidik atau kualifikasi pendidikan pelamar tidak sesuai, dapat melamar di formasi lain di instansi tersebut
Kemudian,
terkait siapa saja yang tergolong sebagai Peserta Seleksi Tes Kesempatan Kedua
untuk PPPK Guru 2021 yaitu :
- Peserta yang Tidak Lulus Seleksi Tes Kesempatan Pertama
- Honorer THK-II sesuai database THK-II di BKN
- Guru yang masih aktif mengajar di Sekolah Swasta dan terdaftar sebagai Guru di DAPODIK Kemendikbud
- Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang belum menjadi guru dan terdaftar di Database Lulusan Pendidikan Profesi Guru Kemendikbud
Berikut
syarat peserta yang tergolong sebagai Peserta Seleksi Tes Kesempatan Kedua PPPK
Guru 2021 :
- Peserta memilih kembali formasi di instansinya yang masih belum terisi sesuai Serdik atau kualifikasi pendidikan ybs
- Peserta 1, 2, & 3 tidak dapat melamar di instansi lain
- Peserta 4 melamar di instansi sesuai dengan domisilinya
- Bagi peserta yang tidak lolos Tes Pertama, nilai ujian yang diambil adalah nilai tertinggi antara Tes Pertama dan Tes Kesempatan Kedua
Kemudian,
jika para peserta tersebut masih tidak lulus, maka bisa mendaftar lagi pada
Seleksi Tes Kesempatan Ketiga untuk PPPK Guru 2021.
Syarat
peserta yang tergolong sebagai Peserta Seleksi Tes Kesempatan Ketiga PPPK Guru
2021 yakni :
- Peserta memilih kembali formasi di instansinya yang masih belum terisi sesuai Serdik atau kualifikasi pendidikan ybs.
- Seluruh peserta dapat melamar di instansi lain.
- Bagi peserta yang tidak lolos Tes Kesempatan Pertama dan Tes Kesempatan Kedua, nilai ujian yang diambil adalah nilai tertinggi antara Tes Kesempatan Pertama, Tes Kesempatan Kedua dan Tes Kesempatan Ketiga.
Terakhir,
terdapat ketentuan mengenai optimalisasi atau pengisian formasi kosong. Setelah
Tes Ketiga, formasi yang masih belum terisi dapat dilakukan optimalisasi
pengisian formasi kosong. Pengisian formasi kosong dilakukan berdasarkan
rangking penilaian sekolah yang akan ditentukan Kemendikbud. Kompas
