Pendaftaran CPNS 2021
akan segera dibuka pada akhir Juni mendatang. Hal itu seperti diungkapkan
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.
Pihaknya mengatakan
bahwa pengumuman pendaftaran CPNS 2021 akan digelar secara bersamaan dengan
seleksi PPPK Non Guru dan PPPK Guru 2021. "Rencananya berbarengan akhir
Juni," ujarnya , Rabu (16/6/2021) lalu, ketika ditanya mengenai jadwal
pendaftaran CPNS 2021.
Kendati tanggal
pendaftaran CPNS dan PPPK 2021 belum diumumkan secara resmi, namun pelaksanaan
rekrutmen tersebut diperkirakan akan berlangsung sebelum tanggal 30 Juni 2021.
"Mudah-mudahan sebelum itu (tanggal 30 Juni)," ucapnya, ketika
menyampaikan perkiraan periode pembukaan pendaftaran CPNS 2021.
![]() |
| KOMPAS/Bahana Patria GuptaIlustrasi: Peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemerintah Kota Surabaya bersiap sebelum mengerjakan soal di Gelanggang Remaja, Surabaya, Senin (10/2/2020). |
SKD CPNS 2021
Terdapat sejumlah
perbedaan seleksi CPNS 2021 dengan seleksi CPNS 2019 lalu. Berikut beberapadi
antaranya :
Jumlah soal
Berdasarkan Peraturan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN RB)
Nomor 24 Tahun 2019 tentang nilai ambang batas seleksi SKD pengadaan CPNS Tahun
2019, untuk SKD 2019, jumlah soal secara keseluruhan adalah 90 soal, terdiri
dari :
TKP: 35 soal
TWK: 30 soal
TIU: 35 soal
Sehingga total soal
yang diberikan sebanyak 90 butir.
Namun untuk tahun ini,
jumlah soal SKD bertambah menjadi 100 butir, karena adanya tambahan 10 soal di
bidang TKP, menjadi 45 soal.
Hal itu sesuai dengan Permenpan
RB Nomor 27 tahun 2021 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil.
Kisi-kisi
Berdasarkan Permen
PANRB Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan
Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2019, kisi-kisi atau materi SKD adalah sebagai
berikut ini :
TWK
- Nasionalisme, dengan tujuan mampu mewujudkan kepentingan nasional melalui cita-cita dan tujuan yang sama dengan tetap mempertahankan identitas nasional;
- Integritas, dengan tujuan mampu menunjukkan sifat atau keadaan yang menjunjung tinggi kejujuran, ketangguhan, kewibawaan sebagai satu kesatuan;
- Bela negara, dengan tujuan mampu berperan aktif dalam mempertahankan eksistensi bangsa dan negara;
- Pilar negara, dengan tujuan mampu membentuk karakter positif melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika;
- Bahasa Indonesia, dengan tujuan mampu menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang sangat penting kedudukannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
TIU
Kemampuan verbal, yang meliputi ;
- Analogi, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua konsep kata yang memiliki hubungan tertentu kemudian menggunakan konsep hubungan tersebut pada situasi yang lain.
- Silogisme, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk menarik kesimpulan dari dua pernyataan yang diberikan
- Analitis, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk menganalisis informasi yang diberikan dan menarik kesimpulan.
- Berhitung, dengan tujuan mengukur kemampuan hitung sederhana;
- Deret angka, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam melihat pola hubungan angka-angka
- Perbandingan kuantitatif, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk menarik kesimpulan berdasarkan dua data kuantitatif;
- Soal cerita, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk melakukan analisis kuantitatif dari informasi yang diberikan.
- Analogi, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua gambar yang memiliki hubungan tertentu kemudian menggunakan konsep hubungan tersebut pada situasi lain
- Ketidaksamaan, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk melihat perbedaan beberapa gambar
- Serial, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam melihat pola hubungan dalam bentuk gambar.
Pelayanan publik, dengan tujuan mampu menampilkan perilaku keramahtamahan dalam bekerja yang efektif agar bisa memenuhi kebutuhan dan kepuasan orang lain sesuai dengan tugas dan wewenang yang dimiliki;
- Jejaring kerja, dengan tujuan mampu membangun dan membina hubungan, bekerja sama, berbagi informasi dan berkolaborasi dengan orang lain secara efektif;
- Sosial budaya, dengan tujuan mampu beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam masyarakat majemuk (terdiri atas beragam agama, suku, budaya, dan sebagainya);
- Teknologi informasi dan komunikasi, dengan tujuan mampu memanfaatkan teknologi informasi secara efektif untuk meningkatkan kinerja;
- Profesionalisme, dengan tujuan mampu melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan tuntutan jabatan.
Kemudian untuk materi
SKD 2021, ada beberapa hal yang berbeda.
Seperti misalnya pada
bidang TWK, materi Bahasa Indonesia tidak lagi tercantum dalam kisi-kisi.
Sementara pada bidang TKP ditambahkan satu materi tentang anti-radikalisme.
Materi anti-radikalisme
ini diberikan dengan tujuan menjaring informasi dari individu tentang
pengetahuan terhadap anti radikalisme, kecenderungan bersikap, dan bertindak
saat menanggapi stimulus dengan beberapa alternatif situasi. Kompas
